AJI Yogyakarta
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Pengurus
  • Berita
    • Pers Rilis
    • Foto
    • Video
  • Program
  • Data
    • Undang-undang
    • Kode Etik
  • Agenda
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Pengurus
  • Berita
    • Pers Rilis
    • Foto
    • Video
  • Program
  • Data
    • Undang-undang
    • Kode Etik
  • Agenda
No Result
View All Result
AJI Yogyakarta
No Result
View All Result

Wujud Perjuangan Warga Kendeng dalam Bingkai Pameran Seni Rupa

10 Agustus 2025
3 min read

Sudah sejak tahun 2010, para petani yang tersebar di kawasan Pegunungan Kendeng wilayah Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang melakukan aksi penolakan atas pendirian tambang semen oleh PT Semen Indonesia. Mereka khawatir keberadaan tambang semen di wilayah mereka akan merusak kelestarian alam.

“Yang terancam alamnya bukan hanya Bumi Kendeng. Tapi bumi secara keseluruhan. Karena Ibu Bumi Kendeng ya juga Ibu Bumi di tempat lain,” kata Gunarti, salah seorang petani Kendeng yang menolak pendirian tambang itu, dalam acara Diskusi Kendeng yang digelar hasil kolaborasi antara AJI Yogyakarta, Sekolah Jurnalisme SK Trimurti, dan Cemeti Institute di Rumah Seni Cemeti, Kamis (7/8).

Perjuangan para petani Pegunungan Kendeng mendapat perhatian dari banyak kalangan, salah satunya seniman rupa bernama Fitriani Dwi Kurniasih, atau lebih akrab disapa Fitri DK. Untuk mengabadikan perjuangan para petani Kendeng, ia membuat pameran seni berjudul “Nyawiji Ibu Bumi” yang berlangsung selama dua bulan sepanjang Juni hingga Agustus 2025.

Pameran itu menampilkan karya-karya Fitri mulai dari cukil kayu, batik, gerabah, hingga dokumentasi lagu-lagu yang semuanya terkait dengan perjuangan para petani Kendeng.

RELATED

Melawan “Triple Burden”, Menggagas Ruang Kerja Adil bagi Perempuan Pekerja Media

6 April 2026

“Solidaritas Bukan Kriminalitas”: Tapol Soloraya Gugat Matinya Nurani dalam Sidang Pleidoi

6 April 2026

Ia bercerita, banyak ilmu yang ia dapat dari para petani Kendeng mulai dari cara memberantas hama dengan membangun lubang-lubang kecil di sekitar sawah, hingga penggunaan gulma sebagai pupuk alami untuk becocok tanam.

Fitri tertarik menuangkan perjuangan petani Kendeng dalam goresan batik karena batik merupakan pakaian sehari-hari warga di sana.

“Para petani Kendeng menggunakan batik sebagai pakaian sehari-hari, baik itu saat ke sawah, menghadiri acara resmi, dan lain-lain. Ke depan saya ingin jadikan batik sebagai alat perlawanan seperti apa yang dilakukan warga Kendeng,” ungkapnya dalam diskusi tersebut.

Direktur Cemeti Institut, Mira Asriningtyas, mengungkapan bahwa ia sebenarnya sudah mengundang Fitri untuk pameran sejak setahun lalu. Namun proses itu butuh waktu lama karena Fitri ingin berdialog dengan warga Kendeng dulu. Baru setelah mendapat restu dari warga Kendeng, ia mantapkan niat untuk mengadakan pameran di Cemeti.

“Bagi kami Mbak Fitri bukanlah seorang seniman yang datang pada isu tertentu melainkan sebuah laku. Ia sudah menjadi saudara angkat bagi warga Kendeng. Mereka yang sudah rela datang jauh-jauh ke sini saja sudah menjadi bukti bahwa mereka mendukung pameran ini,” ujar Mira.

Diskusi itu juga menghadirkan pembicara yaitu Bambang MBK dari Sekolah Jurnalisme SK Trimurti. Menurut Bambang, cerita perjuangan warga Kendeng melawan tambang semen penting untuk diangkat karena menjadi contoh bagaimana usaha masyarakat dalam menjaga lingkungan di tengah ancaman krisis iklim.

“Kalau krisis itu terjadi, teman-teman dari Kendeng ini bisa menjadi contoh bagaimana mereka bisa merawat lingkungan dan menjaga keamanan pangan. Tapi cara itu malah coba dihancurkan pemerintah dengan membangun pabrik semen. Jadi isu yang diangkat Fitri melalui pameran ini, kalau dalam kacamata jurnalistik, nilai beritanya tinggi sekali,” tutup Bambang.    

AJI Yogyakarta

© 2020 make with <3 by #AJIYogyakarta.

Mercusuar

  • Profil
  • Berita
  • Program
  • Data
  • Agenda

Lebih banyak

No Result
View All Result
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Pengurus
  • Berita
    • Pers Rilis
    • Foto
    • Video
  • Program
  • Data
    • Undang-undang
    • Kode Etik
  • Agenda