AJI Yogyakarta
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Pengurus
  • Berita
    • Pers Rilis
    • Foto
    • Video
  • Program
  • Data
    • Undang-undang
    • Kode Etik
  • Agenda
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Pengurus
  • Berita
    • Pers Rilis
    • Foto
    • Video
  • Program
  • Data
    • Undang-undang
    • Kode Etik
  • Agenda
No Result
View All Result
AJI Yogyakarta
No Result
View All Result

Puluhan Jurnalis Berlatih Membongkar Disinformasi dan Propaganda

3 Februari 2026
2 min read

JOGJA—Puluhan jurnalis dari DIY dan Jawa Tengah berlatih mengidentifikasi disinformasi serta propaganda asing.

Pelatihan yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia itu bekerja sama dengan AJI Yogyakarta, Internews dan Uni Eropa selama dua hari di Yogyakarta, yakni Sabtu (1/1) hingga Minggu (1/2).

Salah satu trainer dalam workshop bertajuk “Penelusuran Sumber Terbuka & Disinformasi” Ikaningtyas mengatakan tren propaganda saat ini tidak hanya berupa disinformasi tetapi juga propaganda dari pihak luar. Hal itu sejatinya bisa diidentifikasi atau dibongkar oleh jurnalis dengan sejumlah tools atau aplikasi yang tersedia di Internet.

“Dulu disinformasi lewat radio, televisi, kini lewat media digital seperti media sosial. Isunya lebih luas soal politik, kesehatan, bisnis, untuk penipuan dan greenwashing,” kata Ikaningtyas, Sabtu.

RELATED

Dukung Tempo Dan Kecam Ancaman Terhadap Kebebasan Pers

12 November 2025

Wujud Perjuangan Warga Kendeng dalam Bingkai Pameran Seni Rupa

10 Agustus 2025

Disnformasi dan propaganda ini kata dia bisa saja menguntungkan aktor tertentu termasuk pihak asing. Disinformasi ini semakin masif karena didukung oleh kecerdasan artifisial atau AI. Bahkan kata dia, media tidak sadar ikut memperluas disinformasi tersebut.

Untuk itu jurnalis perlu dibekali dengan keterampilan mengidentifikasi disinformasi hingga melakukan cek fakta dengan berbagai tools yang tersedia.

Adapun workshop “Penelusuran Sumber Terbuka & Disinformasi” diikuti oleh 25 Jurnalis dari DIY, Semarang dan Solo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Indo-Pacific Media Resilience (IPMR) yang diinisiasi oleh Uni Eropa. Workshop ini bertujuan membekali 150 jurnalis dengan pengetahuan kontekstual dan keterampilan teknis untuk mengenali, menganalisis, dan melawan berbagai bentuk disinformasi. Inisiatif ini juga menekankan penguatan jejaring kolaboratif media untuk mendukung

integritas jurnalistik dan kualitas informasi di Indonesia. (**)

AJI Yogyakarta

© 2020 make with <3 by #AJIYogyakarta.

Mercusuar

  • Profil
  • Berita
  • Program
  • Data
  • Agenda

Lebih banyak

No Result
View All Result
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Sejarah
    • Pengurus
  • Berita
    • Pers Rilis
    • Foto
    • Video
  • Program
  • Data
    • Undang-undang
    • Kode Etik
  • Agenda